Kesendirianmu mengobati rinduku
Ku tak mau
Langit gelap itu terlihat lagi
Ingin ku buka itu
Ku buat semuanya terang
Saat terpahami
Semua kan muncul terlihat
Di balik awan kelabu
Yang kau sibakkan dengan tanganmu sendiri,
sibakkan tanganmu sendiri
Dan hujan pun berhanti
Perahu kertas hanyut dalam air
Membeku
Dengan senyum
Kembalikan kehangatan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Mei 2010
Kamis, 06 Mei 2010
Kisah Hikaru dan Anneke
ku duduk termenung dalam kesepian..
hingga bola mata ini tak dapat terpejamkan..
masih adakah nyawa yang tertanam dalam jiwa ini?...
daun-daun pun berguguran..
di balik setiap daun yg jatuh ke bumi, tertulis berbagai masa yg ku ingin slalu disana..
tapi apa dayaku?
saat waktu tlah menjemput, smua kan jatuh dan pudarkan smua warna
akan kah semua kan hilang?..
satu persatu sungguh menyakitkan..
angin berhembus ketika semua itu datang..
mengantarkan pada cahaya berkilauan di langit hitam..
dengan warna yang kau pikirkan..
"semua akan baik-baik saja..",
ketika langit menangis.. dan semua berubah menjadi baik
kau tau?
terkadang langit kan slalu kelam..
sebesar apapun usaha yang kita lakukan, tak bisa bahkan tuk sekedar menyibakkan tirai kelabu itu dan berjalan gapai gemerlapnya cahaya itu..
pastikan ada jalan..
yang tak kau tempuh hingga kau tahu, dibalik semua itu..
secercah cahaya itu menuntunku..
hingga aku tersenyum kembali..
senyuman hati sesungguhnya senyuman..
berikan arti hidup dalam dunia..
dua dunia yang menyatu dalam kepingan warna
dan tibalah saatnya matahari itu kembali menyinari dunia..
tersenyum menyambut wajah gembira.. kehidupan bersama.. kebersamaan..
semua indah..menyatu hingga tiba saatnya menunggu.. hari esok yang cerah..
daun itu terus berguguran..
namun kini, ia jatuh demi kebahagiaan..
pudar warnany, menghiasi tanah hingga membentuk lukisan pelangi di balik tetes sisa air hujan.. membentuk kehidupan cayaha keindahan baru dalam dunia berbeda
kini tlah berjuang hingga daun terbang kembali..
membuat semuanya terasa tenang di sekeliling..
membawa pikiran hingga tak menyadari menembus batas dunia..
secercah cahaya pasti ada..
dan harapan takkan sirna...
dengan janji dan kenangan itu ku genggam erat, ku bawa ia terbang bersama dengan harapan yang terus menyala..
hingga sampai ku bawa , takkan ku lepaskan..
sekalipun terjatuh..
takkan ku lepaskan kembali..
walau batas itu akan merapat dan menutup jalan itu..
By TN & AAPS
hingga bola mata ini tak dapat terpejamkan..
masih adakah nyawa yang tertanam dalam jiwa ini?...
daun-daun pun berguguran..
di balik setiap daun yg jatuh ke bumi, tertulis berbagai masa yg ku ingin slalu disana..
tapi apa dayaku?
saat waktu tlah menjemput, smua kan jatuh dan pudarkan smua warna
akan kah semua kan hilang?..
satu persatu sungguh menyakitkan..
angin berhembus ketika semua itu datang..
mengantarkan pada cahaya berkilauan di langit hitam..
dengan warna yang kau pikirkan..
"semua akan baik-baik saja..",
ketika langit menangis.. dan semua berubah menjadi baik
kau tau?
terkadang langit kan slalu kelam..
sebesar apapun usaha yang kita lakukan, tak bisa bahkan tuk sekedar menyibakkan tirai kelabu itu dan berjalan gapai gemerlapnya cahaya itu..
pastikan ada jalan..
yang tak kau tempuh hingga kau tahu, dibalik semua itu..
secercah cahaya itu menuntunku..
hingga aku tersenyum kembali..
senyuman hati sesungguhnya senyuman..
berikan arti hidup dalam dunia..
dua dunia yang menyatu dalam kepingan warna
dan tibalah saatnya matahari itu kembali menyinari dunia..
tersenyum menyambut wajah gembira.. kehidupan bersama.. kebersamaan..
semua indah..menyatu hingga tiba saatnya menunggu.. hari esok yang cerah..
daun itu terus berguguran..
namun kini, ia jatuh demi kebahagiaan..
pudar warnany, menghiasi tanah hingga membentuk lukisan pelangi di balik tetes sisa air hujan.. membentuk kehidupan cayaha keindahan baru dalam dunia berbeda
kini tlah berjuang hingga daun terbang kembali..
membuat semuanya terasa tenang di sekeliling..
membawa pikiran hingga tak menyadari menembus batas dunia..
secercah cahaya pasti ada..
dan harapan takkan sirna...
dengan janji dan kenangan itu ku genggam erat, ku bawa ia terbang bersama dengan harapan yang terus menyala..
hingga sampai ku bawa , takkan ku lepaskan..
sekalipun terjatuh..
takkan ku lepaskan kembali..
walau batas itu akan merapat dan menutup jalan itu..
By TN & AAPS
Selasa, 08 Desember 2009
Aku Tak Mengerti
Telah lama ku menanti
Sesuatu yang sangat berarti
Yang hingga kini masih terasa,
perih..
Aku tak tau kapan ini terjadi
Bahkan aku tak sadar ini terjadi
Mengapa ini terjadi sedangkan aku tak siap,
kebodohanku..
Apa yang terasa bukanlah yang sesungguhnya
Kenyataan itu hanya ada ketika kita berimajinasi
Apa yang kita lihat bukanlah yang nyata,
karena itu semua hanya fatamorgana..
Perasaan yang muncul tanpa sadar
Perasaan apa itu?
Hingga membuat manusia buta arah
Tidur tak nyenyak
Makan tak nafsu
Otak menjadi beku
Perasaanmu saja...
Oleh Toni Nuari
Sesuatu yang sangat berarti
Yang hingga kini masih terasa,
perih..
Aku tak tau kapan ini terjadi
Bahkan aku tak sadar ini terjadi
Mengapa ini terjadi sedangkan aku tak siap,
kebodohanku..
Apa yang terasa bukanlah yang sesungguhnya
Kenyataan itu hanya ada ketika kita berimajinasi
Apa yang kita lihat bukanlah yang nyata,
karena itu semua hanya fatamorgana..
Perasaan yang muncul tanpa sadar
Perasaan apa itu?
Hingga membuat manusia buta arah
Tidur tak nyenyak
Makan tak nafsu
Otak menjadi beku
Perasaanmu saja...
Oleh Toni Nuari
Senin, 07 Desember 2009
Aku Tak Bisa
Dengan cinta tak bisa berdusta
Dengan sayang tak bisa merasa
Mengapa kau berdusta?
Ku tak merasa
Dengan senyum tak bisa berkata
Dengan sabar ku bisa tunda
Ku berkata
Kenapa kau tunda?
Kau bolak-balik semua
Dan aduk-aduk hingga campur
Bingung
Ku lupa
Aku tak bisa
Oleh Toni Nuari
Dengan sayang tak bisa merasa
Mengapa kau berdusta?
Ku tak merasa
Dengan senyum tak bisa berkata
Dengan sabar ku bisa tunda
Ku berkata
Kenapa kau tunda?
Kau bolak-balik semua
Dan aduk-aduk hingga campur
Bingung
Ku lupa
Aku tak bisa
Oleh Toni Nuari
Angin Yang Melintasi Laut
Ku duduk di atas tanah yang telah membara.
Memori masa lalu yang tak terjangkau.
Walau kucoba membalik jam pasir.
Suara saat itu tak lagi bergema.
Jam pasir yang tak dapat terhapus.
Akan tetap mengalir lembut.
Angin yang melintasi lautan.
Mengabaikan ikan.
Gundah kesana-kemari.
Hanya melihat angin melintas, tak begerak.
Kini kata yang terdengar hanyalah.
Penyesalan, rasa sakit, tak bergerak.
Mengoyak keramaian.
Aku hanya ingin lagu di sakuku bergema.
Membuat angin berhenti melintas dan bergerak kesana-kemari.
Tapi itu hanya sebuah lagu yang akan berputar dengan alunan musik sumbang.
Berdengking membunuh ikan itu.
Jauh di dalam laut…
Oleh Toni Nuari
Memori masa lalu yang tak terjangkau.
Walau kucoba membalik jam pasir.
Suara saat itu tak lagi bergema.
Jam pasir yang tak dapat terhapus.
Akan tetap mengalir lembut.
Angin yang melintasi lautan.
Mengabaikan ikan.
Gundah kesana-kemari.
Hanya melihat angin melintas, tak begerak.
Kini kata yang terdengar hanyalah.
Penyesalan, rasa sakit, tak bergerak.
Mengoyak keramaian.
Aku hanya ingin lagu di sakuku bergema.
Membuat angin berhenti melintas dan bergerak kesana-kemari.
Tapi itu hanya sebuah lagu yang akan berputar dengan alunan musik sumbang.
Berdengking membunuh ikan itu.
Jauh di dalam laut…
Oleh Toni Nuari
Hingga Akhirnya
Angin yang melintas tak dapat berhenti
Rumput tak dapat menghalangi
Walau kucoba menyanyikan lagu yang merdu
Suara itu tak bergetar
Air mata biru yang menyapaku
Menghapus tulisan hitam di kertas putih
Menerbangkan kata berwarna putih
Melenyapkan angin
Suatu saat angin yang melintas akan terperangkap di dalam ruang
Bisikan perjanjian cahaya dan bayangan
Menuju gerbang yang berkilauan
Hingga akhirnya merusak mata ini
Oleh Toni Nuari
Rumput tak dapat menghalangi
Walau kucoba menyanyikan lagu yang merdu
Suara itu tak bergetar
Air mata biru yang menyapaku
Menghapus tulisan hitam di kertas putih
Menerbangkan kata berwarna putih
Melenyapkan angin
Suatu saat angin yang melintas akan terperangkap di dalam ruang
Bisikan perjanjian cahaya dan bayangan
Menuju gerbang yang berkilauan
Hingga akhirnya merusak mata ini
Oleh Toni Nuari
Dingin
Lewati pagi
Dingin
Ku lihat kau
Tambah dingin
Ku bicara
Dingin
Ku kau kuberi
Dingin,...
Dingin,...
Dingin,...
Dingin,...
Dingin,...
Mengapa kau begitu dingin?
Oleh Toni Nuari
Dingin
Ku lihat kau
Tambah dingin
Ku bicara
Dingin
Ku kau kuberi
Dingin,...
Dingin,...
Dingin,...
Dingin,...
Dingin,...
Mengapa kau begitu dingin?
Oleh Toni Nuari
Beku Sunyi
Lewati waktu dan habis
Beku tusuk jiwa
Kanan kiri sepi
Dunia putih
Langkah jejak cari rusak
Pusing memeng
Dan diam
Diam
Diam
Sunyi
Cari
Diam sunyi sunyi dan diam
Cari
Sunyi diam diam dan sunyi
Apa yang dicari?
Oleh Toni Nuari
Beku tusuk jiwa
Kanan kiri sepi
Dunia putih
Langkah jejak cari rusak
Pusing memeng
Dan diam
Diam
Diam
Sunyi
Cari
Diam sunyi sunyi dan diam
Cari
Sunyi diam diam dan sunyi
Apa yang dicari?
Oleh Toni Nuari
Lihat
Lihat
Burung-burung kicau
Paling
Hati pun senandung
Pergi
Kau ‘kan lihat
Rayu
Kau tak ‘kan sanggup
Tangis
Paling ‘kah itu kau?
Lihat
Balakang bermain kau cahaya kah?
Bisu diam abai?
Tahu merasa?
Tusuk hati hingga tak bergerak ingin kah?
Laksana
Dan kabur kabut selubung
Lihat
Bayangan terpantul atau nyata?
Tak jawab
Kah kira berguna aku kau?
Tak akan!
Oleh Toni Nuari
Burung-burung kicau
Paling
Hati pun senandung
Pergi
Kau ‘kan lihat
Rayu
Kau tak ‘kan sanggup
Tangis
Paling ‘kah itu kau?
Lihat
Balakang bermain kau cahaya kah?
Bisu diam abai?
Tahu merasa?
Tusuk hati hingga tak bergerak ingin kah?
Laksana
Dan kabur kabut selubung
Lihat
Bayangan terpantul atau nyata?
Tak jawab
Kah kira berguna aku kau?
Tak akan!
Oleh Toni Nuari
Tunggu
Ku Tunggu
Ku kirim isi hatiku
Ku tunggu
Ku harap kan terbalas
Ku tunggu
Ku tulis suara indah
Tetap kan ku tunggu
Ku tunggu
Ku tunggu
Ingin ku ulang dengan keras ku kirim isi hatiku
Ku tunggu
Ku tunggu
Ku tunggu
Kau tunggu!
Oleh Toni Nuari
Ku kirim isi hatiku
Ku tunggu
Ku harap kan terbalas
Ku tunggu
Ku tulis suara indah
Tetap kan ku tunggu
Ku tunggu
Ku tunggu
Ingin ku ulang dengan keras ku kirim isi hatiku
Ku tunggu
Ku tunggu
Ku tunggu
Kau tunggu!
Oleh Toni Nuari
Langganan:
Postingan (Atom)
